Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012


Menyapih batita secara bertahap paling baik

Penyapihan bertahap dibagi menjadi natural weaning/penyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak) serta mother led weaning (ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya).  Nah, penyapihan alami yang paling dianjurkan karena dampak psikologisnya paling ringan.  Pada proses penyapihan, anak biasanya rewel dan gelisah.  Dengan penyapihan alami, semua ini bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya ketergantungan anak pada ASI sudah semakin berkurang.
Pada usia batita, anak juga mulai menyukai susu dengan berbagai rasa seperti coklat sehingga mengurangi kekerapan anak menetek.  Konsumsi makanan yang bergizi dan berkalori tinggi pada saat makan malam pun membuat anak merasa kenyang dan mengurangi keinginannya mencari ASI pada malam hari.
Sementara dalam mother led weaning, dibutuhkan kesiapan mental ibu juga dukungan dari lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan selain ibu dengan cara mengajak bermain.  Bila memang sudah mantap untuk menyapi, lakukanlah dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih anak berpengaruh pada kesiapan si anak.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses penyapihan
  1. Sapih anak dalam keadaan sehat, hindari saat anak sedang sakit, marah atau sakit.
  2. Komunikasikan keinginan menyapih dengan pasangan.
  3. Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten, jangan merasa bersalah karena waktu selama dua tahun sudah cukup.
  4. Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti tak dicintai.
  5. Jangan menawarkan ASI atau memberikan ASI sebagai jurus ampuh saat anak rewel, terjatuh atau menangis.
  6. Berikan contoh melalui lingkungan sosial anak ataupun buku-buku bacaan yang menggambarkan tentang kemandirian tokoh yang tak lagi menyusu pada ibu.

Sabtu, 11 Februari 2012

1001 MITOS DAN FAKTA TENTANG ASI

  • MITOS : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. FAKTA : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
  • MITOS  : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. FAKTA : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
  • MITOS  : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi.  FAKTA : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
  • MITOS  : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi.  FAKTA : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
  • MITOS  : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh.  FAKTA : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
  • MITOS  : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. FAKTA : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
  • MITOS  : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. FAKTA Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
  • MITOS  : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui.  FAKTA: Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
  • MITOS  : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. FAKTA : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
  • MITOS  : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga.  FAKTA : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
  • MITOS  : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi.  FAKTA : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
  • MITOS  : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri.  FAKTA: Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
  • MITOS  : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. FAKTA : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
  • MITOS  : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya.  FAKTA : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
  • MITOS  : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. FAKTA : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
  • MITOS  : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis.  FAKTA : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
  • MITOS : Bayi menangis, pasti karena lapar. FAKTA Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
  • MITOS  : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. FAKTA : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
  • MITOS  : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih.  FAKTA : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
  • MITOS  : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. FAKTA : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
  • MITOS  : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. FAKTA : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
  • MITOS  : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.  FAKTA : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
  • MITOS  : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.  FAKTA : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
  • MITOS  : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir.  FAKTA : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
  • MITOS  : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir.  FAKTA : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
  • MITOS  : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. FAKTA: Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
  • MITOS  : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI.  FAKTA : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.
  • MITOS  : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. FAKTA : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
  • MITOS  : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. FAKTA : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
  • MITOS : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. FAKTA : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
  • MITOS  : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. FAKTA : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
  • MITOS  : Pisang dapat membersihkan usus bayi. FAKTA : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
  • MITOS  : Susu formula sama baiknya dengan ASI. FAKTA : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
  • MITOS  : Susu formula membuat bayi lebih sehat. FAKTA : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
  • MITOS  : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. FAKTA : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
  • MITOS  : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. FAKTA : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
  • MITOS  : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. FAKTA : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
  • MITOS  : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. FAKTA : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
  • MITOS : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. FAKTA : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
  • MITOS  : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar.FAKTA : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
  • MITOS  : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. FAKTA : Bayi menangis belum tentu lapar.
  • MITOS  : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. FAKTA : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
  • MITOS  : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. FAKTA : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
  • MITOS  : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. FAKTA : Ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
Sumber :  http://supportbreastfeeding.wordpress.com

    13 Langkah Awal Keberhasilan Pemberian ASI

    1. Inisiasi dini. Inisiasi dini atau pemberian ASI sejak dini adalah sangat dianjurkan untuk dilakukan pada setiap ibu setelah melahirkan.  Proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan.
    2. Pengalaman pertama bayi. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan untuk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dengan g baik dan menyusu dengan baik. Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit.
    3. Rooming-In (Rawat Gabung)  Perawatan bayi dan ibu  bayi dapat terus bersama selama 24 jam dinamakan rawat gabung.Rawat gabung harus dilakukan perawatan ibu dan bayi sejak hari pertama di rumah sakit harus dilakukan dalam satu tempat tidur atau satu ruangan.Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung  dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI. Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tersebut dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan.
    4. Bila Ibu Masih terpengaruh Obat Anastesi. Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat menyusui dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin
    5. Memerah ASI atau Pompa ASI. Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi.
    6. Suasana Menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis. Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya hubungan psikologis antara ibu dan bayi. Ibu sebaiknya dijauhkan dari ketidaknyamanan psikologis seperti emosi, panik, kecemasan dan kekwatiran berlebihan. Ibu juga harus menyadari hal ini apalagi beberapa ibu mempunyai masalah psikologis saat paska kelahiran. Bila mengalami hal ini ibu harus berusahadengan motivasi sendiri dan dorongan dari dalam hati untuk menjauhkan atau  membuang emosi, kecemasan dan kepanikan demi keberhasilan pemberian ASI.
    7. Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar.  Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut relatif membuat proses menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI. Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah.
    8. Susui bayi sesering mungkin. Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Sebaiknya diperhitungkan dengan cermat berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja..Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka mudah lapar. Bulan pertama menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat Hingga masuk ke bulan berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat.
    9. Istirahat di tempat tidur. Ternyata istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan, akan membantu kelancaran ASI. Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi dari ASI.
    10. Manajemen waktu yang baik untuk istirahat dan pemberian ASI.  Kondisi paska operasi atau melahirkan yang melelahkan harus diperbaiki dengan masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu.
    11. Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif.  Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik secara fisik ataupun emosional.  Menyusui memang hal biologis yang wajar. Namun di dalam masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan pertanyaan-pertanya an yang sinis seputar produksi ASI ibu. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui . Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu akan ASI dan menyusui.
    12. Bertahanlah dari tekanan keluarga. Saat melahirkan ibu akan menemui banyak nasehat dan instruksi dari berbagai pihak terutama suami, orangtua atau keluarga. Kadangkala tekanan dan kritikan orang lain tersebut menambah ibu menjadi panik dan bingung.  Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi hal tsb.
    13. Perawatan diri Sendiri. Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak, menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Mintalah bantuan kepada suami ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang kakak. Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa menyusui bayi ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara terbaik adalah membatasi waktu berkunjung
    Sumber :  http://supportbreastfeeding.wordpress.com