Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

Tips Membuat Anak Pintar

Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti


1. Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang dan sudoku selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks.


2. Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.


3. Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.


4. Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.


5. Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.


6. Mengembangkan rasa ingin tahu
Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. Mengajari anak keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya.


7. Budayakan membaca
Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. Cara ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya.


8. Mengajarkan kepercayaan diri
Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya.


9. Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah

Sumber : www.balita-anda.com



Selasa, 07 Februari 2012

Rekomendasi Pemberian Makanan Bagi Bayi Anda

Bagaimanakah pemberian makanan yang baik bagi bayi anda? Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai bahan makanan dan pemberian makanan yang baik berdasarkan rekomendasi WHO.


Usia 0-6 bulan
Berikan bayi anda ASI eksklusif sampai ia berusia 6 bulan. Berikan ASI sesering yang ia mau, setidaknya 8 kali dalam 24 jam. Bayi anda akan menunjukkan tanda bahwa ia lapar yaitu dengan menghisap jarinya, rewel atau menggerakkan bibirnya seperti menghisap.
Usia 6 bulan- 5 tahun
ASI tetap diberikan sampai anak anda berusia 2 tahun atau lebih sebagai sumber bahan makanan yang penting dan bergizi. Sebagai tambahan, bayi anda dapat diperkenalkan dengan berbagai bahan makanan.
Sebagai bahan makanan pokok yang memberikan energi bagi anak anda adalah golongan sereal seperti gandum, padi-padian (beras putih, beras merah) dan jagung. Golongan umbi-umbian seperti singkong, ubi dan kentang. Golongan starchy (mengandung zat tepung) seperti pisang raja dan buah sukun.

Selain bahan makanan pokok tersebut, anak anda juga memerlukan nutrisi dari sumber lain yaitu;
Sumber hewani : hati, daging sapi, ayam, ikan, telur.
Produk susu : keju, yoghurt.
Biji-bijian
Daun hijau dan sayuran berdaun kuning : bayam, brokoli, lobak, wortel, labu (pumpkin).
Buah-buahan : pisang, jeruk orange, jambu biji, peach, kiwi , papaya.
Minyak dan lemak : minyak nabati, butter.

Pada usia 6-8 bulan mulailah memperkenalkan makanan tambahan pada anak anda. Mengawali dengan memberikan 2-3 suapan  (atau lebih, sesuka anak anda) bubur atau nasi tim 2-3 kali sehari. Anda dapat meningkatkan jumlah asupan sedikit demi sedikit.

Hindari memberikan makanan yang dapat menyebabkan tersedak (kacang, anggur dalam bentuk utuh atau potongan besar). Anda dapat memberikan snack yang dapat ia pegang sendiri untuk dimakan di antara waktu makannya atau sesuai seleranya.

Pada usia 9-11 bulan anda dapat memberikan makanan lunak atau makanan dengan potongan kecil yang dapat dimakan 3-4 kali sehari ditambah dengan snack 1-2 kali sehari tergantung selera.

Bantulah bayi anda untuk menyantap makanannya sendiri, sebaiknya tidak memaksa Ia untuk menghabiskan makanan. Jauhkan dari lingkungan atau benda yang dapat mengalihkan perhatiannya dari makanannya. Setelah melewati usia 6 bulan, anda dapat memberikan tambahan cairan selain ASI, tawarkan ia air putih (yang telah dimasak) setelah ia makan.

Sumber: WHO
www.infobunda.com