Tampilkan postingan dengan label Perkembangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Masa Depan Si Kecil Ditentukan Oleh Masa Emasnya


Saat berumur 6 bulan, Si Kecil semakin cepat belajar hal-hal baru. Masa ini disebut sebagai masa emas. Di otaknya, pembungkus serabut saraf yang Mielin dan sambungan antar syaraf yang bernama Sinaps berkembang sangat pesat, dengan bantuan nutrisi yang baik dan stimulasi.
Lihatlah, saat ia sudah dapat duduk dan merangkak, pengelihatannya sudah bertambah tajam dan pendengarannya bertambah baik. Ia selalu berusaha mengeksplorasi lingkungan dengan bergerak ke sana ke mari, bermain interaktif dengan kita, bahkan cara makan pun digunakannya untuk mengeksplorasi kemampuan melihat berbagai benda, memegang, mengenal tekstur, dan rasa makanan.

Apa yang dibutuhkan agar Si Kecil dapat bereksplorasi?
Untuk mendukung Si Kecil bereksplorasi di masa emasnya, ada 2 hal penting yang dibutuhkannya, yaitu Stimulasi tepat dan nutrisi tepat. Keduanya harus selalu diberikan seimbang (balanced).

Stimulasi yang tepat mencakup 3 aspek penting di masa emasnya, yaitu melihat (motorik halus), bergerak (motorik halus), mendengar / berbicara (perkembangan bahasa).
  • Melihat: warna-warni yang beragam di sekitar Si Kecil dapat merangsang perkembangan optimal indera pengelihatan (motorik halus) bayi.
  • Bergerak: Si Kecil memerlukan ruang yang cukup untuk dapat melatih gerakan kaki dan tangannya (motorik kasar), misalnya merangkak, meraih benda di dekatnya.
  • Mendengar/ berbicara: melalui rangsangan bunyi, indera pendengaran Si Kecil berkembang maksimal, demikian pula kemampuannya menirukan bunyi.
Si Kecil yang tidak mendapat stimulasi akan mengalami penurunan kecerdasan, penurunan kemampuan bergerak, bahkan menjadi anak hiperaktif di kemudian hari.

  Nutrisi yang tepat mengandung:
  • Energi ekstra agar tubuhnya kuat berekplorasi. Bayi usia 6 bulan + membutuhkan energi lebih besar dibandingakn usia sebelumnya.
  • Protein tinggi agar otaknya dapat menyerap stimulasi dengan optimal.

Sumber: 
- National Health and Medical Research Council Australia. Dietary Guidelines for Children and Adolescents in Australia, 2003.
- Shonkoff JP. Phillips DA. from Neurons to Neighborhoods. The Science of Early Childhood Development National Academy Press. Washington DC. 2000
- www.bayimilna.com

Mengenal Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

Jika anak Anda alergi pada makanan, tubuhnya akan mengganggap makanan yang menimbulkan alergi tersebut sebagai benda asing dan sistem imunitasnya akan bereaksi dengan menyerang ‘benda asing’ tersebut. 
Gejala alergi bisa berupa gatal-gatal kemerahan pada kulit dan hidung berair (biasanya terjadi dalam beberapa menit sampai 2 jam setelah mengonsumsi makanan tertentu). Pada kondisi alergi berat dapat terjadi sulit bernafas. Beberapa alergi bahkan menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah atau diare.
Makanan yang paling sering memicu alergi adalah; telur, susu sapi, kacang-kacangan, kedelai, gandum (terigu), seafood (ikan, lobster, udang dan kepiting). Alergi susu sapi biasanya berkurang saat usia anak menginjak 2 tahun.
Langkah terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menghubungi dokter, anak Anda akan diberikan obat yang dapat diberikan dalam keadaan darurat. Selain itu, untuk pencegahan agar gejala alergi tidak muncul lagi, Anda dapat menghindari memberikan makanan yang menjadi penyebab alerginya. Para ahli juga setuju jika ASI dapat memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap alergi.

Sumber : Club Nutricia