Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

5 Ciri RS Bersalin Idaman


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memutuskan untuk memilih rumah sakit yang sesuai untuk ibu hamil sekaligus peduli pada keselamatan dan perkembangan bayi, antara lain:
1. Hanya memberikan ASI pada bayi yang baru lahir
Seperti yang sudah kita ketahui, bayi baru lahir sebenarnya tidak membutuhkan makanan tambahan lain selain ASI. Rumah sakit yang sayang bayi pasti tidak akan menyarankan pemberian susu formula atau makanan tambahan lainnya untuk bayi. Sistem pencernaan bayi yang baru lahir belum sempurna, sehingga hanya ASI yang bisa membantu memperbaiki agar sistem pencernaan lebih  kuat.
"Namun, pemberian makanan pendamping bisa saja terjadi, asalkan ada alasan medis yang tepat," tukasnya.
Rumah sakit sebaiknya juga men-support agar air susu sang ibu bisa keluar, dan ibu bisa menyusui bayinya dengan lancar. Selain itu, rumah sakit juga harus mendukung upaya IMD (Inisiasi Menyusui Dini), karena selain mendukung kesehatan anak dengan ASI, IMD ini akan membantu peningkatan bonding ibu dan anak.
2. Melakukan rawat gabung
Di beberapa rumah sakit, bayi yang baru lahir dipisahkan dari ruangan ibunya. Biasanya bayi diletakkan di ruang bayi, sedangkan ibu di ruang perawatan umum. Hal ini bertujuan agar sang ibu bisa beristirahat dengan baik. Namun menurut dr Utami, rumah sakit yang bersahabat dengan bayi akan memberikan layanan rawat gabung antara ibu dan bayi selama minimal 24 jam pertama.
Ibu dan bayi sebaiknya dirawat gabung untuk mempermudah pendampingan proses menyusui, IMD, ataupun pencarian solusi sejak dini jika diketahui ada masalah yang kemungkinan dihadapi bayi. Proses rawat gabung ini bisa tidak dilakukan bila ada suatu kondisi kontraindikasi yang serius dan membahayakan satu sama lain.
3. Mendukung pemberian ASI tanpa jadwal
Pada dasarnya, kebutuhan ASI antara satu bayi dengan bayi lainnya berbeda. Maka agak sulit memberi jadwal menyusui yang sama untuk semua ibu dan bayi. Rumah sakit yang sayang bayi tidak akan memberikan jadwal khusus untuk menyusui. Dengan demikian, ibu bisa dengan leluasa menyusui bayinya setiap saat si bayi merasa lapar.
4. Tidak memberikan dot atau empeng pada bayi
Jika dalam kondisi tertentu ibu dan bayi harus dirawat terpisah, ibu tentu akan sulit menyusui sang bayi dengan leluasa. Salah satu cara mudah untuk mengatasi tangisan bayi yang lapar adalah dengan memberikan dot atau empeng di mulutnya. Akan tetapi, sebaiknya pilih rumah sakit yang tidak mengatasi masalah dengan dot atau empeng. Cari rumah sakit yang memberikan ASI sang ibu pada bayi dengan menggunakan cangkir, pipet, sendok, atau pipa tabung.
"Penggunaan berbagai alat ini sekaligus membuat anak belajar untuk mencari sumber ASI dengan alami, dibandingkan bila diberi dot atau empeng. Mereka akan tergantung pada dot, sehingga kemampuan motorik mereka tidak terlatih," tukasnya.
5. Memiliki kelompok pendukung ibu menyusui
Sebagai ibu muda yang baru memiliki anak, Anda pasti sangat butuh support dari orang yang mengalami hal yang sama. Maka, sebaiknya pilih rumah sakit yang memiliki kelompok pendukung ibu menyusui. Rumah sakit seperti ini akan merujuk semua ibu yang baru melahirkan untuk bergabung dalam kelompok tersebut dan membantu mengatasi masalah yang mungkin dialami ibu baru selama merawat atau menyusui bayinya.
"Ibu yang baru melahirkan dan masuk dalam kelompok ibu menyusui, akan merasa lebih nyaman dan tenang ketika mendapatkan dukungan, tak hanya dari suami dan keluarga tetapi juga dari rekan lain yang sedang mengalami hal yang sama," bebernya.

sumber : kompas.com

Jumat, 27 April 2012

9 Kesalahan Ibu Baru


Sebagai ibu baru, Anda tentu ingin melakukan yang terbaik buat si buah hati. Namun, secara tak sadar, Anda kerap melakukan hal-hal yang mestinya bisa Anda hindari. Berikut inisembilan hal yang biasa dilakukan ibu baru. Jangan tiru, hindarilah!
1. Terlalu mendengar nasihat orang lain
Dalam minggu-minggu pertama sebagai ibu baru, Anda merasa gugup. Anda memerlukan betul masukan dari orang-orang di sekitar yang Anda kenal baik. Orang-orang di sekitar Anda pun cenderung memberi nasihat kepada orang tua baru seperti Anda. Ibu mertua, wah ini dia, mungkin menasihati agar Anda sebaiknya tidur dengan bayi Anda. Sebaliknya, kakak kandung Anda melarangnya. Anda pun bingung dibuatnya.
Alvin Rosenfels , M.D ., psikiater anak dan penulis buku Hyper-Parenting mengatakan, “Jika mengikuti setiap nasihat orang lain, Anda menghilangkan semua daya kreativitas Anda.” Ingatlah, intuisi sebagai orang tua adalah petunjuk terbaik bagi langkah yang akan Anda ambil.
2. Mengharap pasangan mengerti kelelahan Anda
Setelah hari yang panjang dalam merawat anak (menyusui, menggendong, mengganti popok dan sebagainya), Anda merasa semestinya pasangan mengerti kelelahan Anda. Anda tampaknya perlu sepakat dengan pasangan untuk berbagi tugas dalam mengurus si kecil. Jangan pula lupa menyempatkan pergi berdua untuk lebih mendekatkan hubungan Anda dan pasangan.
3. Berkorban tiada batas
Menyediakan waktu untuk diri sendiri perlu bagi ketenangan jiwa. Memang, Anda wajib merawat si kecil yang masih amat tergantung pada Anda. Tapi bukan berarti Anda tak boleh melakukan hal lain yang menyenangkan. Misalnya, menelepon teman lama atau keluar rumah untuk berbelanja atau berolahraga.
Elizabeth Silk , psikoterapis asal New York, Amerika Serikat, berkata “Jika jiwa gembira, Anda akan menjadi orang tua yang lebih baik.” Walaupun Anda merasa nyaris tak ada waktu untuk diri sendiri, curilah waktu barang satu-dua jam untuk melakukan hobi yang Anda senangi. Mendengarkan musik, misalnya.
4. Tidak percaya pasangan dapat merawat anak
Melihat suami memandikan si kecil, mungkin terbersit rasa khawatir, “Bisa enggak sih dia mandiin Dino?” Anda merasa lebih punya hak dan lebih terampil dalam mengasuh anak. Daripada memberi kritik, memberi perintah atau mendekat setiap kali suami merawat anak, lebih baik biarkan pasangan melakukannya sendiri. Mengasuh si kecil berdua tentu lebih menguntungkan daripada sendiri.
5. Cepat cemas
Wajar saja jika si kecil kadangkala tertular penyakit ringan seperti batuk, diare, dan demam. Hal ini tak perlu membuat Anda cemas berlebihan, seakan ia terserang penyakit yang tak dapat disembuhkan. Sebaiknya, sadari bahwa orang tua tidak dapat mengontrol semua kehidupan anak. Ia sakit bukan berarti Anda lalai mengurusnya. Yang penting dilakukan, belajarlah dari setiap kondisi yang Anda hadapi, jangan panik, santai saja.
6. Membandingkan anak Anda dengan anak lain
Ingatlah bahwa setiap anak berbeda. Sebaiknya jangan pernah membanding-bandingkan kecerdasan atau pertumbuhan anak Anda dengan anak orang lain. Masing-masing bayi berkembang sesuai kematangannya. Sepanjang pertumbuhannya masih berada di skala normal (yang bisa dilihat di Kartu Menuju Sehat), Anda tak perlu cemas.
7. Tidak tidur siang
Mungkin Anda sering mendengar nasihat ini: tidur siang saat si kecil juga tidur. Ini benar! James Maas, Ph.D , penulis Power Sleep , menyebutkan bahwa orang tua baru kehilangan waktu tidurnya sebanyak 400 – 750 jam dalam 1 tahun pertama usia anaknya. Istirahat yang cukup membuat jiwa dan pikiran lebih tenang. Ini pun dapat membuat Anda lebih santai mengasuh si kecil.
8. Membuang uang untuk keperluan anak
Melihat lucunya si kecil, rasanya Anda ingin mendandaninya setiap waktu. Tak sadar, Anda menghabiskan uang untuk membeli keperluan anak seperti baju, sepatu, dan topi. Jika ingin belanja keperluan bayi, lebih baik Anda bertanya pada orang tua lain yang lebih berpengalaman. Mereka bisa memberitahu, misalnya, jangan terlalu banyak membeli baju karena badan si kecil toh bertumbuh terus.
9. Kehilangan waktu berharga
Di tahap awal kelahiran anak, Anda mungkin berpikir, “Saya tak mungkin melupakan saat-saat membahagiakan ini.” Ternyata, begitu disibukkan oleh segala urusan perawatan si kecil, Anda seperti lupa waktu. Hari-hari berlalu begitu cepatnya. Tiba-tiba anak sudah mau masuk sekolah. Anda menyesal, mengapa tak menyimpan memorabilia? Karena itulah, Anda harus membuat jurnal perkembangan si kecil. Atau juga menyimpan foto-fotonya dalam album, menyimpan potongan rambutnya, dan sebagainya. Dengan begitu, kenangan mengenai perkembangan dan pertumbuhan si kecil dapat Anda buka kembali suatu hari kelak dengan penuh kebahagiaan.